Pesona Goa Tabuhan


Alam kabupaten pacitan jawa timur dibentuk oleh perbukitan gamping pegunungan seribu di bagian selatan pulau jawa. Tidak semuanya landai ada kalanya berupa lekukan curam dan patahan raksasa yang mnjadi suguhan pemandangan elok sepanjang perjalanan, saat musim hujan tersuguh pemandangan hijau pohon-pohon jagung tetapi saat musim panas warna cokelat di mana-mana. Di perut bukit-bukit inilah terbentuk gua berusia ribuan tahun. Pleh karena itu, Pacitan dikenal dengan sebutan Kota Seribu Gua. Satu di antaranya adalah Gua Tabuhan. Lokasinya di Dukuh Tabuhan, Desa Wareng Kecamatan Punung 25 kilometer arah barat Kota Pacitan.

Menilik dari usianya yang demikian tua diperkirakan dulu gua tersebut pernah menjadi tempat bermukim manusia. Hal ini terbukti dengan ditemukannya perkakas rumah tangga di Gua Tabuhan. Setelah menaiki anak yangga landai sejauh 10 meter, terpampang mulut gua dengan tinggi 3 meter dan lebar 10 meter dan taring-taring putih aneka ukuran. Layaknya mulut yang siap terkatup. Taring-taring itulah pemandangan utama Gua Tabuhan. Taring yang tidak lain adalah juluran-juluran stalagmit dengan panjang mencapai tujuh meter dan diameter pangkalnya satu meter. Kalau diamati satu per satu, bisa ditemui macam-macam rupa pada setiap ujung akar stalaktit. Ada yang bentuknya mirip wayang, ada yang mirip sepasang kaki sedang berayun ada juga yang seperti kepala ular.

Keunikan utama Gua Tabuhan adalah ada beberapa stalagmit yang menghasilkan nada penttatonil saat dipukul. Dari sanalah nama Tabuhan di dapat. Jika dipukul bersama-sama suara yang dihasilkan tidak ubahnya seperangkat gamelan sedang dimainkan. Ujung-ujung stalagmit itu berfungsi sebagai kenong, kempol dan gong. Masing-masing dipukul oleh satu orang laiki-laki. Jika letak ujung stalagmitnya rendah pemainnya cukup duduk di bangku. Akan tetapi jika stalagmitnya tinggi pemainnya berdiri di atas bangku. Sebagai pelengkap dimainkan pula kendang. Bukan kendang dari batu melainkan kendang yang benaran. Perangkat gamelan ini mengiringi tida terowongan yang menyanyikan lima langgam jawa. Delapan orang masih bertalian darah ini tergabung dalam kelompok Mudi Laras Seloargo.

0 Response to "Pesona Goa Tabuhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel